Peresmian pondok pesantren darussalam syafa’at kampung moris jaya

Acara penandatanganan prasasti dan pelepasan balon udara oleh KH. Ahmad Hasyim Syafa'at, S.Sos.I, MH (dok desa/foto FR)

morisjaya.desa.id (25-04-2018) – Pondok pesantren Darussalam Safa’at kampung Moris Jaya kecamatan Banjar Agung kabupaten Tulang Bawang, pada hari Selasa tanggal 24 April 2018 secara sah diresmikan. Pondok Pesantren Salaf yang dirintis sekitar tahun 2015 akhir, dibawah asuhan Ky. M Ilham Fanani, SE., MM., dan selaku dewan pembinanya adalah KH. Sholihin Ahmad.

Pondok Pesantren Darussalam Syafa’at Moris Jaya tidak serta merta berdiri dengan sendirinya, melainkan hasil dari sebuah perjuangan dan kerja keras. Dengan bantuan donator dan masyarakat sekitar, Ky. Ilham panggilan akrabnya, bahu membahu mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang berazazkan Islam. Walaupun PP Darussalam Syafa’at mempunyai latar belakang pendidikan Islam, bukan berarti anti dengan pendidikan formal.

Pengasuh PP Darussalam Syafa’at sedang memberikan sambutan (dok desa/foto FR)

Pendidikan formal yang ada di PP Darussalam sangatlah lengkap mulai dari Paud, SD, SLTP, bahkan sampai pendidikan SMK. Demi tercapainya akan kualitas pendidikan formal, dewan guru yang ada di PP Darussalam Syafa’at adalah tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya. Tenaga pengajar di PP Darusalam Syafa’at rata-rata memiliki gelar S1 dan S2, tentunya dengan kemampuan studi yang tidak perlu diragukan lagi. Sedangkan untuk guru madrasah diniyah, rata-rata merupakan tamatan dari pesantren-pesantren kenamaan yang ada di pulau Jawa maupun Sumatera.

Dalam acara peresmian PP Darussalam Syafa’at seyogyanya dihadiri langsung oleh bupati Tulang Bawang Hj. Winarti, SE., MH, namun beliau berhalangan hadir karena sedang melakukan Ibadah Umroh. Secara resmi Bupati Tulang Bawang mewakilkan kepada asisten 1 bidang kepemerintahan DR. Ahmadi Suharyo, M.Si, untuk menyampai kan sambutanya.

Asisten I DR. Ahmadi Suharyo, M.Si, sedang menyampaikan sambutan tertulis bupati Tulang Bawang (dok desa/foto FR)

Dalam sambutan Bupati Tulang Bawang yang dibacakan oleh Asisten I ini Bupati menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada para pendiri pondok pesantren yang dengan semangat mengembangkan lembaga pendidikan islam di Kabupaten Tulang Bawang khususnya di Kampung Moris Jaya.

Selain itu Bupati mengajak semua elemen masyarakat agar senantiasa berperan aktif dalam turut mendukung setiap upaya yang bertujuan memajukan dan mempertebal keimanan anak-anak bangsa. Tak lupa Bupati berpesan agar seluruh masyarakat Tulang Bawang dapat menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan, dengan berlandaskan semangat mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

Diakhir sambutannya Bupati yang diwakili Asisten 1 menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah sangat mendukung dan berpartisifasi aktif terhadap pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat agar secara bersama-sama merapatkan barisan untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya, langkah-langkah pembangunan landasan untuk mencapai masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.

Acara penandatanganan prasasti dan pelepasan balon udara oleh KH. Ahmad Hasyim Syafa’at, S.Sos.I, MH (dok desa/foto FR)

Dalam acara peresmian pondok pesantren Darussalam Syafa’at kampung Moris Jaya, berkesempatan hadir pengasuh ponpes Darussalam Syafa’at Blokagung Banyuwangi, Hadrotussyeh KH. Ahmad Hisyam Syafa’at, S.Sos.I, MH. Pada kesempatan tersebut KH. Hisyam Syafa’at diberikan kehormatan untuk menandatangani prasasti dan melepaskan balon udara sebagai pertanda diresmikanya ponpes Darussalam Syafa’at kampung Moris Jaya. Dan pada acara inti KH. Hisyam Syafa’at berkenan memberikan Tausiyah/Ceramah Agama.

Hadirnya lembaga pendidikan Pondok Pesantren Darussalam Syafa’at di kampung Moris Jaya, merupakan satu solusi guna memenuhi kebutuhan akan pendidikan yang lengkap/multi. Program pendidikan agama, diharapkan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkepribadian akhlakul karimah/budi pekerti yang mulia. Sedangkan pendidikan formal mempunyai tujuan mencetak generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dalam era moderenisasi. Sehinga terciptalah generasi muda memiliki kemampuan dibidang ilmu dan teknologi, namun tetap memiliki filter dan kontrol sehingga tidak mudah terbawa arusnya jaman. (red desa/foto FR)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan