Acara potong tumpeng di peringatan hari kartini

Tumpeng khas PKK kampung Moris Jaya (dok desa/foto Pasek)

morisjaya.desa.id (23-04-2018) – Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini menurut khas adat Jawa, biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

Sebagai wujud rasa syukur pada peringatan hari Kartini, Ibu-ibu kader PKK kampung Moris Jaya membuat nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk dan olahan daging ayam yang dibuat ingkung. Ingkung adalah cara membuat olahan daging ayam dengan cara diutuhkan. Biasanya daging ingkung direbus dahulu dengan bumbu rempah lengkap, kemudian setelah ditiriskan lalu di panggang hingga matang.

Tumpeng khas PKK kampung Moris Jaya (dok desa/foto Pasek)

Rasa wujud rasa syukur pada hari Kartini, yang ditunjukan oleh Ibu-ibu kampung Moris Jaya, lebih karena syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, ALLAH S.W.T. Syukur karena Tuhan Yang Maha Esa, ALLAH S.W.T memberikan bangsa ini sosok pahlawan bangsa yang mampu menembus batas perbedaan hak antara kaum peria dan wanita.

Karena R.A Kartini lah, kaum perempuan di negeri bisa memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki oleh kaum pria. Seandainya tidak ada pejuang bangsa R.A Kartini, kaum perempuan di Indonesia hanya berkewajiban mengurus rumah tangga saja. Kaum perempuan tidak boleh bersekolah, berkarir, bahkan kaum perempuan sangat dibatasi dalam bersosialisasi (dipingit).

Do’a bersama dipimpin oleh Op Sideka (dok desa/foto Pasek)

Sebelum pemotongan tumpeng di akhir acara peringatan hari Kartini, terlebih dahulu dilakukan do’a bersama, yang di pimpin oleh operator sideka. Do’a yang dimaksud ditujukan untuk ketenangan arwah R.A Kartini disisi Nya dan keselamatan bagi kita semua. Penghormatan dalam dalam pemotongan tumpeng di berikan kepada kepala kampung Moris Jaya bapak Suparno.

Setelah tumpeng dipotong, irisan tumpeng pertama di berikan kepada sosok perempuan yang luar biasa, seorang ibu yang sudah lanjut usia namun beliau tetap bersemangat, seperti semangat yang dimiliki R.A Kartini.Sosok perempuan yang luar biasa itu adalah nenek Sanimah, beliau adalah peserta paling tua dalam perlombaan senam BMW.

Pemotongan dan penyerahan potongan tumpeng oleh kakam (dok desa/foto Pasek)

Nenek Sanimah bagai sosok Kartini yang dimiliki kampung Moris Jaya. Semoga semakin banyak lagi sosok Kartini di Indonesia, Karena nasib suatu bangsa ditentukan oleh kaum perempuan dibangsa itu. Karena kaum perempuanlah yang mencetak generasi penerus di suatu bangsa. (red MJ/FR)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan