Gotong royong dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana siskamling

Warga masyarakat sedang menyetel rangka atap pos ronda. (doc desa/fhoto Mr. Jono)

morisjaya.desa.id – (18 Maret 2018). Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), merupakan salah satu usaha dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan ataupun aktivitas Siskamling, dilakukan dengan ronda. Ronda adalah berjalan berkeliling (patroli) untuk menjaga keamanan di kampung / desa setempat baik dengan jalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor. Dan dalam ronda biasanya terbagi menjadi beberapa kelompok untuk berpatroli menyebar di setiap lini perumahan warga yang termasuk dalam kampung / desa bersangkutan.

Dalam setiap kelompok biasanya memiliki satu pos jaga, yang lazim disebut gardu pos ronda. Seperti halnya di kampung Moris Jaya, karena memiliki wilayah yang luas, gardu pos ronda hampir berada di setiap RT. RT yang ada di kampung Moris Jaya berjumlah 36 RT, jadi jumlah gardu pos ronda hampir seimbang dengan jumlah RT yang ada.

Warga masyarakat sedang menyetel rangka atap pos ronda. (doc desa/fhoto Mr. Jono)

Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berjaga, ketua RT 06 RW 06 menggerakan warganya dalam kegiatan Jum’at bersih, untuk merehab gardu pos ronda. Gardu pos ronda tersebut dalam kondisi memperihatinkan, karena sudah lapuk dimakan usia. Kondisi atap yang bocor disana sini, ditambah rangka atap yang sudah pada lapuk. Kondisi pos ronda tersebut sangat menghawatirkan, apabila digunakan sebagai sarana untuk melaksanakan ronda.

Warga masyarakat sedang memasang rangka atap pos ronda. (doc desa/fhoto mr. Jono)

Maka dengan gotong royong dan swadaya masyarakat, gardu pos ronda RT 06 RW 06 mampu direhab kembali. Perbaikan yang dilakukan adalah, mengganti bagian rangka atap dan atap. Sebelum di rehab. pos ronda tersebut menggunakan atap genting, kemudaian diganti dengan atap baja ringan. Kegiatan tersebut murni gotong royong dan swadaya masyarakat. Bahan material di dapatkan dari iuran warga dan sumbangan dari donator. Proses pengerjaanya dilakuan bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat RT 06, RW 06.

Kondisi pos ronda setelah diganti rangka atap dan atap nya. (dok desa/fhoto mr. Jono)

Budaya gotong royong dapat tumbuh di mana saja, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah. Contoh gotong royong dalam masyarakat di antaranya adalah membersihkan jalan kampung dan selokan, membangun poskampling dengan swadaya masyarakat sekitar dan membersihkan gorong-gorong di lingkungan dusun. Adapun contoh gotong royong di sekolah dapat kita lihat dalam kegiatan siswa dan guru, di antaranya membersihkan lingkungan kelas dan lingkungan sekolah, mengecat pagar sekolah, serta membersihkan dan menanam tanaman di taman sekolah.

Dalam melestarikan budaya gotong royong perlu ada dukungan dari berbagai pihak, terutama dari instansi dan lembaga sosial kemasyarakatan, untuk bersama-sama membangun kebersamaan dan menciptakan sesuatu yang berharga yang sebelumnya tidak atau belum terpikirkan. Mengobarkan semangat yang tinggi dan berusaha mewujudkan adanya budaya kerja keras yang ada manfaatnya dan mempunyai dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya dengan berbicara saja, tetapi ada buktinya di lapangan.(FR/MJ)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan