Gotong royong dan swadaya masyarakat dalam agenda jum’at bersih

Warga masyarakat dusun VI bahu membahu bergotong royong. (doc desa/fhoto Sjn)

morisjaya.desa.id – (17 Maret 2018). Warga masyarakat dusun VI (enam) dan sekitar, menggelar kegiatan Jum’at bersih. Jum’at bersih, adalah slogan gotong royong yang tekankan oleh bupati Tulang Bawang. Dusun VI (enam) adalah, salah satu dari tujuh dusun yang dimiliki kampung Moris Jaya. Dalam pelaksanaan atministrasi dan pelayanan kepada masyarakat, kepala dusun VI (enam) dibantu oleh tujuh ketua RT.

Warga masyarakat dusun VI bahu membahu bergotong royong. (doc desa/fhoto Sjn)

Kegiatan gotong royong kali ini, dikomando langsung oleh kepala dusun dan seluruh ketua RT dari dusun VI (enam). Sasaran kegiatan gotong royong, difokuskan untuk memperbaiki badan jalan yang ada didusun VI (enam). Jalan tersebut adalah akses utama menuju tempat sarana pendidikan dan pondok pesanteren. Selain itu, jalan tersebut adalah akses bagi warga masyarakat kampung Moris Jaya menuju areal peladangan.

Jalan yang menjadi target gotong royong, kondisinya rusak parah. Parahnya kondisi jalan tersebut disebabkan curah hujan pada bulan-bulan ini tergolong cukup tinggi. Kontruksi jalan tanah yang mudah berubah bila musim hujan tiba, ditambah posisi badan jalan berada pada daerah aliran sungai. Badan jalan banyak yang tergerus disana-sini, sehingga badan jalan semakin lama semakin menyempit.

Proses penimbunan badan jalan dan pemasangan rabat beton. (dok desa/fhoto Sjn)

Tindakan yang diambil warga dusun VI (enam), guna mengatasi kondisi jalan yang rusak parah yaitu, dengan menimbun badan jalan yang terkikis dan memasang rabat beton diatas badan jalan. Tentunya tindakan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengatasi kebutuhan biaya kegiatan perbaikan badan jalan, warga mengatasinya dengan swadaya berupa, menarik iuran kepada masyarakat dan sumbangan dari donatur.

Warga melepas lelah sambil bersenda gurau. (dok desa/fhoto Sjn)

Semangat gotong royong dan swadaya masyarakat dari dusun VI (enam) patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya. Semua itu mampu menepis paradigma masyarakat, bahwa budaya gotong royong dan swadaya masyarakat kini mulai memudar. Semoga apa yang dilakukan oleh warga dusun VI (enam) mampu menjadi penyemangat bagi dusun-dusun yang lain yang ada di kampung Moris Jaya. (FR/MJ)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan