Kolaborasi dua budaya melebur dalam seni ogoh-ogoh

Pembawa banner melambangkan kolaborasi dua budaya. (dok desa/F.R)

morisjaya.desa.id – (12 Maret 2018). Ogoh-ogoh adalah karya seni dalam kebudayaan yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan alam semesta dan waktu yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan, biasanya dalam wujud Rakshasa. Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Naraka, seperti: naga, gajah, bidadari dan lain sebagainya.

Ogoh-ogoh Narasinga Awatara dari kampung Menggala. (dok desa/foto F.R)

Seni Ogoh–ogoh, ternyata mampu dicintai dan diterima oleh hampir semua suku di Indonesia. Salah Satu contoh dari pernyataan diatas adalah, seni Ogoh–ogoh yang ditampilkan oleh duta Cakat Raya, kampung Menggala kecamatan Menggala Timur, di festival Ogoh–ogoh kabupaten Tulang Bawang. Ogoh–ogoh dengan tema Narasinga Awatara persembahan kampung Menggala ini berhasil mengkolaborasikan antara, budaya Bali dan budaya Lampung.

Pembawa banner melambangkan kolaborasi dua budaya. (dok desa/F.R)

Bila diamati dengan seksama, grup seni Ogoh–ogoh persembahan kampung Menggala ini sedikit berbeda dengan grup peserta festival lainya. Pada penampilan grup Ogoh-ogoh kampung Menggala, Peserta pembawa banner ada dua versi. Versi pertama, peserta pembawa banner sebelah kanan, ada sepasang pemuda lelaki dan perempuan memakai baju pengantin adat Lampung. Sedangkan versi kedua pembawa banner sebelah kiri terlihat sepasang pemuda lelaki dan perempuan memakai baju pengantin adat Bali.

Ogoh–ogoh persembahan kampung Menggala, adalah bukti dari Bhineka Tunggal Ika, Berbeda–beda tetapi tetap satu. kolaborasi senibudaya hendaknya mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan suku yang ada di Indonesia. Keanekaragaman senibudaya merupakan kekayaan Bangsa Indonesia, yang harus kita akui dan kita jaga kelestarianya, agar tidak diakui oleh Bangsa lain. (FR/MJ)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan